|
38
a. Rekayasa sistem (System Engineering)
Aktivitas ini dimulai dengan penetapan kebutuhan dari semua elemen sistem.
Gambaran sistem ini penting
jika perangkat
lunak
harus berinteraksi dengan
elemen-elemen lain, seperti hardware, manusia dan database.
b. Analisis kebutuhan perangkat lunak (Software Requirement Analysis)
Yang dilakukan
pada
tahap
ini
adalah untuk mengetahui
kebutuhan
piranti
lunak,
sumber informasi piranti
lunak,
fungsi-fungsi yang dibutuhkan, kemampuan piranti
lunak dan antarmuka piranti lunak tersebut.
c. Perancangan (Design)
Tahap
ini
menitikberatkan
pada
empat
atribut
program,
yaitu
struktur
data,
arsitektur
piranti
lunak,
rincian
prosedur,
dan
karakter
antarmuka.
Tahap
ini
pula
menerjemahkan kebutuhan ke dalam sebuah representasi perangkat lunak yang
dapat dinilai kualitasnya sebelum dilakukan pengkodean.
d. Pengkodean (Coding)
Tahap pengkodean yang dilakukan adalah memindahkan hasil perancangan menjadi
suatu bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu dengan membuat program.
e. Pengujian (Testing)
Tujuan dari tahap pengujian adalah agar output yang dihasilkan oleh program
sesuai dengan yang diharapkan.
Pengujian
dilakukan
secara
menyeluruh
hingga
semua elemen, perintah, dan fungsi dapat berjalan sebagaimana mestinya.
f.
Pemeliharaan (Maintenance)
|