Home Start Back Next End
  
43
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Dilakukan
oleh
orang
kompeten/
independen
terhadap operasionalisasi
entitas/segmen/divisi 
tertentu 
untuk 
menilai 
efektif/efisien/ekonomis 
tidaknya
suatu operasionalisasi entitas. Audit operasional lebih berorientasi pemeriksaan
kinerja
dan
menghasilkan
laporan
pemeriksaan tidak baku yang bersifat
kesimpulan/temuan
dan
rekomendasi/usul/saran perbaikan karena laporan hanya
dipakai pihak intern saja, khususnya atasan langsung. Pelaksanaan dan frekwensi
melakukan audit operasional tergantung kebutuhan/kemauan pimpinan organisasi.
4) 
Audit Investigatif (Investigative Audit)
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Merupakan gabungan dari
compliance  
dan Operational
Audit, dimana
dilakukan oleh orang kompeten (independen) dengan menetapkan kriteria terlebih
dahulu dan memperoleh bukti dan informasi relevan yang cukup untuk mengevaluasi
kesesuaian antara bukti / informasi dengan kriteria dan juga terhadap efisiensi dan
efektivitas, sehingga menghasilkan kesimpulan/rekomendasi
perbaikan
terhadap
kesesuaian (compliance) dan efisiensi dan efektivitas.
5) 
Audit Forensik (Forensic Audit)
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Dilakukan dalam rangka
untuk
memberikan dukungan dalam opini
sebagai
saksi
ahli
dalam proses
legal.
Jenis-jenis
penugasannya
antara
lain
adalah
:
Investigasi
kriminal,
bantuan
dalam konteks
perselisihan
para
pemegang
saham,
masalah
gangguan
usaha
(Business
Interuption)/jenis
lain dari
klaim
asuransi
,
Business / employee fraud investigation
6) 
Audit terhadap kecurangan (Fraud Audit)
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter