|
43
4. Penetapan posisi yang meragukan (Doubtful positioning):
Pembeli
mungkin
sukar
mempercayai
pengakuan
dari
suatu
merek
karena
pengaruh harga, ciri khusus, atau perusahaan pembuat produk itu.
Dalam konsep
pemasaran
mengenai
positioning
juga
menjelaskan
beberapa
alternatif penempatan posisi yang dapat diadopsi oleh perusahaan (Kotler, 2003,
p344), yaitu:
1. Memposisikan atribut (Atribut positioning):
Dimana
perusahaan
memposisikan
dirinya
menurut
atribut,
seperti:
ukuran,
maupun lama keberadaannya.
2. Memposisikan keuntungan (Benefit positioning):
Suatu
produk
diposisikan
sebagai
pemimpin
dalam
suatu
manfaat
tertentu
(unggulan karena memberikan keuntungan tertentu).
3. Memposisikan kegunaan (Use application positioning):
Suatu
produk
diposisikan
sebagai
yang
terbaik
untuk
sejumlah
penggunaan
atau penerapan.
4. Memposisikan pengguna (User positioning):
Produk diposisikan sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai.
5. Memposisikan pesaing (Competitor positioning):
Produk
memposisikan
diri
sebagai
lebih
baik
daripada
pesaing
yang
disebutkan namanya atau tersirat.
6. Memposisikan kategori produk (Product category positioning):
Produk diposisikan sebagai pemimpin di suatu kategori produk.
7. Memposisikan kualitas atau harga (Quality or price positioning):
Produk diposisikan sebagai produk yang menawarkan nilai yang terbaik.
|