|
14
2.1.1.6 Teh dalam Berbagai Bahasa
Aksara
hanzi
untuk
teh
adalah
?,
tapi
diucapkan
berbeda-
beda dalam
berbagai
dialek bahasa
Tionghoa. Penutur
bahasa
Hokkien
asal
Xiamen
menyebutnya sebagai
te,
sedangkan
penutur
bahasa
Kantonis
di
Guangzhou
dan
Hong
Kong
menyebutnya sebagai
cha.
Penutur
dialek
Wu
di
Shanghai
dan
sekitarnya
menyebutnya
sebagai
zoo.
Bahasa
yang
menyebut "teh"
mengikuti sebutan
te
menurut
dialek bahasa
Hokkien: bahasa Afrikaans (tee), bahasa Armenia, bahasa
Katalan (te), bahasa Denmark (te), bahasa
Belanda (thee), bahasa
Inggris (tea), bahasa
Esperanto (teo), bahasa
Estonia (tee), bahasa Faroe
(te),
bahasa
Finlandia (tee),
bahasa
Perancis
(thé),
bahasa
Frisia
(tee),
bahasa Galicia (té), bahasa Jerman (Tee), bahasa Ibrani
(??, /te/ or /tei/),
bahasa Hongaria (tea), bahasa Islandia
(te), bahasa Irlandia (tae),
bahasa Italia
(tè),
bahasa
Latin
(thea),
bahasa
Latvia
(teja),
bahasa
Melayu
(teh),
bahasa
Norwegia (te),
bahasa
Polandia
(herbata
dari
bahasa
Latin
herba
thea),
bahasa Gaelik-Skotlandia
(tì,
teatha),
bahasa
Sinhala,
bahasa
Spanyol
(té),
bahasa
Swedia
(te),
bahasa
Tamil
(thè),
bahasa Wales (te), and bahasa Yiddish (???, /tei/).
Bahasa
yang
menyebut "teh"
mengikuti sebutan cha
atau
chai:
bahasa
Albania
(çaj),
bahasa
Arab
(?
?
?),
bahasa
Bengali
(?
),
bahasa Bosnia
(caj), bahasa Bulgaria (???), bahasa
Kapampangan
(cha), bahasa Cebuano (tsa), bahasa Kroasia
(caj), Bahasa Ceko (caj),
|