|
7
juga
mempunyai pendapat-pendapat
yang bertentangan. Van
Hien
telah
mengumpulkan
87 istilah untuk roh dan 17 istilah
untuk
setan,
yang
masing-masing disertai keterangan
mengenai rupa, tempat kediamannya, serta ciri-ciri umumnya, seperti yang sering
dibayangkan orang Jawa, tanpa suatu metode yang jelas sehingga membingungkan.
Koentjaraningrat pun mengakui sulitnya membuat sebuah klasifikasi yang baik
mengenai semua jenis roh dan setan yang dikenal orang Jawa. Karena itu, dia lantas
membuat klasifikasi penampilan umumnya.
Menurutnya,
orang
Jawa
pada
umumnya
sependapat
bahwa setan dharat,
setan
bisu,
setan mbelis, dan sebagainya adalah setan-setan
berjenis kelamin pria dan bermuka
buruk, sedangkan wewe adalah setan wanita yang jelek sekali. Sebaliknya, ada setan-
setan wanita yang cantik rupawan, misalnya kuntilanak yang menampakkan diri di jalan-
jalan
yang sunyi pada
malam hari dalam keadaan telanjang bulat
untuk
mencari
mangsa.
Mangsanya pria-pria yang berjalan sendirian. Adapun sundel bolong
merupakan seorang
perempuan pelacur yang cantik tapi punggungnya berlubang.
Data
yang diusung Koentjaraningrat
memang tak bisa dikatakan baru lagi. Bahkan data
dan
klasifikasi
dari
Kreemer
dan
Van
Hien
sudah
berusia
lebih
dari
seabad.
Padahal,
tesis
keduanya
menjadi
pijakan
antropolog
terdepan
Indonesia
itu.
Tentu
saja
di
sana-
sini telah terjadi pergeseran, baik pada tingkat peristilahan maupun ''fungsi''.
Meski demikian, keyakinan orang Jawa bahwa makhluk halus itu dapat masuk ke dalam
tubuh
manusia,
yang
membuat kesurupan, sampai sekarang belumlah kikis habis. Orang
juga masih percaya, kesurupan itu hanya bisa disembuhkan oleh dhukun prewangan atau
dukun biasa.
|