|
79
prototype
fisik
diperlukan
atau
apakah prototype
analitik
yang
terbaik
untuk
memenuhi
kebutuhan-kebutuhan.
Dalam
banyak
kasus,
prototype
yang
terbaik
adalah
prototype
yang
paling
sederhana
yang
akan
memenuhi tujuan
yang
ditetapkan pada
langkah
1.
Pada
beberapa kasus, prototype
yang
sudah
ada atau
prototype yang dibuat untuk tujuan lain dapat dipinjam.
Langkah 3: Menggariskan Rencana Percobaan
Dalam
banyak
kasus,
penggunaan prototype
dalam
pengembangan
produk
dapat dianggap
sebagai sebuah
percobaan.
Praktek
percobaan
yang baik
membantu
untuk
menjamin penggalian
nilai
maksimum dari
kegiatan pembuatan
prototype. Rencana percobaan
meliputi
identifikasi
variabel percobaan (jika ada),
protocol,
pengujian,
sebuah
indikasi
mengenai
pengukuran apa
yang
akan
ditampilkan, dan sebuah rencana untuk menganalisis data hasil.
Langkah 4: Membuat Jadwal Untuk Perolehan, Pembuatan, dan Pengujian.
Karena
pembuatan
dan
pengujian prototype
mempertimbangkan
subproyek
dalam
keseluruhan
proyek
pemgembangan, tim
diuntungkan
dari
jadwal
untuk
kegiatan
membuat prototype.
Tiga
tanggal
pertemuan
sangat
penting
dalam
menetapkan
usaha pembuatan prototype. Pertama, tim
menetapkan kapan bagian-
bagian
akan
siap
untuk
dirakit
(ini
kadang-kadang disebut
tanggal
rangkaian
bagian). Kedua, tim menetapkan tanggal kapan prototype akan diuji pertama kali
|