|
27
Model
sekuensial
linier
adalah
paradigma
rekayasa
perangkat
lunak
yang
paling
luas dipakai dan
paling
tua.
Tetapi
kritik
dari
paradigma
tersebut
telah
1nenyebabkan dukungan
aktif
untuk
mempertanyakan
kehandalan
[HAN95].
Masalah-masalah
yang
kadang-kadang
terjadi
ketika
model
sekuensial linier
diaplikasikan adalah
:
1. Jarang sekali
proyek nyata
mengikuti
aliran sekuensial
yang
dianjurkan
oleh
modeL
Meskipun
model
linier bisa
mengakomodasi
iterasi,
model
itu
melakukannya
dengan
cara
tidak
langsung.
Sebagai
hasilnya,
perubahan-perubahan dapat
menyebabkan
keraguan pada
saat
tim
proyek berjalan.
2.
Kadang-kadang
sulit
bagi
pelanggan
untuk
menyatakan semua
kebutuhannya secara eksplisit.
Model
linier sekuensial
memerlukan
hal
ini
-dan mengalami
kesulitan
untuk
mengakomodasi
ketidakpastian natural
yang
ada
pada
bagian
awal
beberapa proyek
3.
Pelanggan
harus
bersikap
sabar.
Sebuah
versi
kerja
dari
progrrun
program
itu
tidak
akan
diperoleh
sarnpai akhir waktu
proyek
dilalui.
Sebuah
kesalahan
besar,
jika
tidak
terdeteksi
sampai
program
yang
bekerja
tersebut dikaji
ulang,
bisa
menjadi
petaka.
4. Pengembang
sering
melakukan
penundaan
yang tidak perlu.
Didalam
analisis, yang
menarik
tentang
proyek
aktual,
Bradac
[BRA94]
mendapatkan
bahwa
sifat
alami
dari
siklus
kehidupan
klasik
membawa kepada
blocking state
dimana
banyak
anggota
tim
proyek
harus
menunggu
tim
yang
lain
untuk
melengkapi
tugas
yang
saling
memiliki
ketergantungan. Kenyataannya, waktu yang
dipakai
|