Home Start Back Next End
  
8
Bab 2
Landasan
Teori
2.1
Konsep Masyarakat Jepang yang Berhubungan dengan Hikikomori
Dalam
sistem
kerja
tradisional
di
Jepang
yang
mencerminkan
sikap
umum
orang
Jepang
terhadap
kualifikasi
pendidikan, kemampuan seseorang
secara
langsung
dan
sederhana
diterjemahkan
melalui
kualifikasi
pendidikannya.
Baik
lamanya
pendidikan
maupun
mutu pendidikan
itu
merupakan kriteria
yang
relevan.
Dengan
adanya
patokan
seperti
itu, orang
yang
kualifikasinya
hanya
sampai tingkat
menengah tidak
akan
dapat
bersaing
dengan
seorang
lulusan
universitas
dalam
memperoleh pekerjaan,
apapun
kemampuan dan pengalaman yang dimilikinya (Nakane, 1981:156).
Pendidikan
di 
sekolah-sekolah
Jepang
lebih  banyak
persaingan-persaingan
tajamnya   daripada   di   kebanyakan   masyarakat   lainnya.   Kenyataan   ini  
memberi
penjelasan
tentang
berulang
kembalinya
setiap
tahun
berita
koran
yang
tragis
tentang
peristiwa bunuh diri dari satu atau dua calon mahasiswa setelah
gagal dalam
ujian masuk
Universitas Tokyo.
Sekalipun
ada
kemungkinan bahwa
calon
mahasiswa
itu
kurang
normal,
namun
peristiwa
semacam
ini
senantiasa masih
ditafsirkan sebagai
lambang
beratnya tekanan sosial yang dipikirkan para pemuda (Nakane, 1981:160).
Pada
sepuluh
tahun
terakhir,
dikarenakan
tekanan
ekonomi, suatu
ujian
masuk
sekolah
menjadi
sangat
penting
yang
pada
akhirnya
menjadikan
banyaknya remaja
mengalami stress.
Seringnya
stress
menjadikan
remaja
tidak
sanggup
bersosialisasi
dengan
dunia
luar,
dan
mereka
menyerah
untuk
kemudian
menjadi
seorang hikikomori
(Murakami, 2000).
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter