Home Start Back Next End
  
18
a. 
Separation anxiety
Ini
merupakan bentuk
kecemasan
yang
dialami
para
siswa
ketika
mereka
akan
meninggalkan rumah dan keluarga
mereka
untuk bergabung dengan teman-temannya
di
sekolah
yang
mereka anggap
sebagai orang
asing.
Namun,
sejalan
dengan
perkembangan
kognisinya,
ketakutan
dan
kecemasan
yang
bersifat 
irrasional
itu
akan 
memudar  dengan  sendirinya  karena  siswa 
mulai  bisa  berpikir 
logis  dan
realistis.
b. 
Social anxiety
Ini 
merupakan
bentuk
kecemasan
yang 
lebih  serius,
para  siswa 
yang 
menderita
social
anxiety
mengalami ketakutan
pada
orang
lain
dan
tidak
dapat
menjalin
pertemanan dengan siapapun (Fanu, 2006:327).
c.   Pengalaman negatif
Siswa
yang
menolak
ke
sekolah
bisa
juga
dikarenakan
dirinya
merasa
kesal,
takut
dan
malu
setelah
mendapat cemoohan,
ejekan,
ataupun dianiaya
teman-temannya di
sekolah.
Atau
merasa rendah diri
karena
tidak
cantik,
tidak
kaya,
gemuk,
kurus,
hitam,  atau  karena  gagal  dan 
mendapat
nilai  buruk  di  sekolah.  Disamping  itu,
persepsi
terhadap
keberadaan guru
yang
galak
membuat
siswa
menjadi
takut
dan
cemas menghadapi guru dan mata pelajarannya.
d. 
Problem dalam keluarga
Penolakan terhadap
sekolah bisa disebabkan oleh
problem
yang sedang dialami oleh
orangtua
atau
pun
keluarga.
Misalnya, anak
sering
mendengar atau
bahkan
melihat
pertengkaran
yang
terjadi
antara
kedua
orangtuanya,
tentu
menimbulkan tekanan
emosional yang mengganggu (Rini, 2002).
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter