|
8
Perkembangannya dimulai dari masyarakat yang primitif. Pada masa itu
bentuk Wushu sama sekali tidak indah dan muncul dari kebutuhan masyarakat untuk
mempertahankan diri dari binatang buas dan dalam mencari makanan.
Pada
zaman
dulu
dimana
manusia
masih
hidup
berdampingan
dengan
binatang, keadaan tubuh manusia sangat lemah dibandingkan dengan singa, harimau,
serigala, dsb,
yang dibekali taring dan kuku
yang tajam dan kuat, kerbau dan banteng
yang
memiliki tanduk
yang kokoh dan runcing, beruang
yang dikaruniai tenaga
yang
luar biasa, sedangkan manusia tidak memiliki semua kelebihan
itu. Namun,
meskipun
fisik manusia lebih lemah dari hewan-hewan buas
tersebut, manusia dikaruniai
keistimewaan
berupa
akal
yang
tidak
dimiliki
binatang. Dengan
akalnya
manusia
mampu berpikir dan berupaya agar tetap dapat bertahan hidup dan tidak punah
dengan menjadi mangsa binatang-binatang buas.
Dari
hasil
pemikirannya
manusia
mulai menerapkan sistem jarak, mereka
memanfaatkan batu
untuk dilontarkan ke arah
lawannya dalam perkelahian jarak jauh.
Keahlian tersebut merupakan dasar dari penggunaan senjata rahasia yang dilempar
sebagaimana
sering
kita
saksikan
dalam
film-film
silat
maupun
ninja.
Kemudian
manusia
mulai
mencontoh
gerakan-gerakan hewan saat berkelahi, menyaksikan
burung bangau melawan seekor ular. Dari cara burung bangau menyerang dan
menangkis serangan dengan menggunakan sayapnya, manusia kemudian
menciptakan jurus bangau. Manusia juga mencontoh gerakan-gerakan kera yang
tengah berjuang dan mempertahankan hidupnya, mengingat kera memiliki banyak
persamaan dengan manusia dari sudut postur
maupun
anatominya,
manusiapun
belajar
memanjat
pohon,
meloncat-loncat dan
berkelit
dalam
mengelakkan
serangan
lawan.
Manusia
belajar
bergerak
dengan
cekatan
seperti
kera
dan
mengetahui
yang
|