|
17
mengembangkan
dan menghantarkan
produk
mendekati
sempurna
dengan
ide
sentral
dapat mengatasi
bagaimana
menekan
dan menempatkan
diri dekat
dengan zero defected.
Dalam
pemahaman
statistik,
menurut
Singgih
S.
Total
Quality
Management
(TQM)
dan
Six
Sigma
(2007,
P84)
six
sigma
secara
umum
dapat
diartikan
untuk
setiap
1.000.000
* unit
kesempatan,
dengan
memiliki
tingkat
kerusakan tidak lebih dari 3.4 unit.
Kesimpulan
:
six sigma merupakan
satu
kesatuan system
yang memiliki
banyak
pendekatan
untuk menghilangkan
kecacatan
produksi,
meningkatkan
kualitas
dimana informasi harus tersalurkan secara tepat dari hierarki atas kebawah.
2.2.2
Tujuan Six Sigma
Menurut Anang H. strategi six
sigma
(2007, P28), tujuan six
sigma
adalah
meningkatkan
kinerja
bisnis dengan
mengurangi
berbagai
variasi
proses
yang
merugikan,
mereduksi
kegagalan-kegagalan
produksi
atau
proses,
menekan
cacat-cacat
produk, meningkatkan
keuntungan,
mendongkrak
moral
personil
atau
karyawan
dan meningkatkan
kualitas
produk
pada
tingkat
yang
maksimal.
2.2.3
Persepsi Yang keliru Mengenai Six Sigma
Ada beberapa persepsi yang keliru mengenai six sigma, antara lain:
1. Six sigma bukan sebuah ramuan ajaib. Six sigma bukan sebuah program
perbaikan
yang
cepat.
Proses
tidak
akan
improve
secara
ajaib
dalam
satu malam.
Sebuah
pendekatan
yang
sistematis
digunakan
untuk
memperbaiki proses secara terus menerus, dari waktu ke waktu.
|