|
16
buatan tidak
hanya dominan
di
bidang
ilmu
komputer (informatika), namun
juga
sudah
merambah
di
berbagai
disiplin
ilmu
yang
lain.
Irisan
antara
psikologi
dan
kecerdasan
buatan
melahirkan
sebuah
area
yang
dikenal
dengan
nama cognition
dan
psycolinguistics. Irisan
antara
teknik
elektro
dengan
kecerdasan
buatan
melahirkan
berbagai ilmu seperti: pengolahan citra, teori kendali, pengenalan pola dan robotika.
Dewasa
ini, kecerdasan buatan juga
memberikan kontribusi
yang
cukup besar di
bidang
manajemen.
Adanya
sistem
pendukung keputusan, dan
Sistem
Informasi
Manajemen juga tidak terlepas dari andil kecerdasan buatan.
Adanya
irisan
penggunaan kecerdasan
buatan
di
berbagai
disiplin
ilmu
tersebut
menyebabkan
cukup
rumitnya
untuk
mengklasifikasikan kecerdasan
buatan
menurut
disiplin
ilmu
yang
menggunakannya. Untuk
memudahkan
hal
tersebut,
maka
pengklasifikasian
lingkup
kecerdasan
buatan
didasarkan
pada
output
yang
diberikan
yaitu pada aplikasi komersial (meskipun sebenarnya kecerdasan buatan itu sendiri bukan
meruapakan medan komersial).
Lingkup utama dalam kecerdasan buatan adalah (Sri Kusumadewi, 2003, p6):
1.
Sistem
Pakar
(Expert
System).
Disini
komputer
digunakan
sebagai
sarana
untuk
menyimpan pengetahuan para
pakar. Dengan demikian komputer akan
memiliki
keahlian
untuk
menyelesaikan permasalahan
dengan
meniru
keahlian
yang
dimiliki oleh pakar.
2.
Pengolahan
Bahasa
Alami
(Natural
Language
Processing).
Dengan
pengolahan
bahasa
alami
ini
diharapkan
user
dapat
berkomunikasi dengan komputer
dengan
menggunakan bahasa sehari-hari.
|