|
25
2.6 Perangkat Lunak Jaringan
2.6.1
Hierarki Protokol
Menurut (
Tanenbaum, 1997,
pp12-14 ) sebagian
besar
jaringan di
organisasi
sebagai
suatu
tumpukan
layer
atau
level
yang
setiap
layernya
berada
di
atas
layer
yang
berada
di
bawahnya.
Jumlah,
nama,
isi,
dan
fungsi
setiap
layer
dapat
berbeda
dari
jaringan
yang
satu
dengan
jaringan
lainnya.
Akan
tetapi,
pada
semua
jaringan,
tujuan satu
layer adalah untuk
memberikan layanan pada
layer yang berada di
atasnya.
Antara
setiap
pasangan
layer
yang
berdekatan
terdapat
sebuah interface.
Interface
menentukan
operasi-operasi primitif
dan
layanan
layer
yang
di
bawah
kepada layer yang berada
di atasnya.
Pada saat perancang
jaringan
menentukan
jumlah layer dan tugas
masing-masing layernya, pertimbangan
yang sangat penting di
sini
adalah
menentukan
interface
yang
bersih
yang
akan
di
tempatkan
di
antara
2
layer
yang
bersangkutan. Untuk
melaksanakan
hal
tersebut
diperlukan syarat bahwa
setiap
layer
membentuk kumpulan fungsi-fungsi yang secara spesifik dapat
dimengerti dengan baik.
Sebuah
himpunan
layer
dan
protokol disebut
arsitektur
jaringan. Sebuah
arsitektur
harus
terdiri
dari
informasi
yang
cukup
untuk
memungkinkan suatu
implementasi
menulis
suatu
program
atau
untuk
membentuk perangkat
keras
bagi
setiap
layernya.
Sehingga
jaringan
itu
dapat
mentaati
sepenuhnya protokol
yang
cocok.
Baik
detail
implementasi
maupun interface
bukanlah
merupakan
bagian
dari
arsitektur karena terdapat bagian tersembunyi di dalam mesin yang tidak dapat dilihat
|