Home Start Back Next End
  
32
memungkinkan
MPEG-4
digunakan
transmisi
data
pada
bit
rate
rendah
seperti aplikasi HDTV.
2.11.6  AVC (Advanced Video Codec, H.264)
AVC atau H.264 didesain oleh ITU dan organisasi MPEG. Seperti
MPEG-1   dan   MPEG-2,   standar   H.264   mendefinisikan   sintaks   dari
bitstream
encoded
video dengan
decoder
yang
direferensikan.
Desain
dari
encoder tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan. Perusahaan
bebas mengatur dan menetapkan harga produknya.
2.12 
Audio Codecs (Compressor Decompressor)
Codec suara secara umum terdiri dari tiga proses, yaitu:
a.
Analisis
suara
menganalisa
sumber
suara
sebagai input
dan
memberikan output
yang
merupakan
representasi
baru
untuk
di
kuantisasikan
b.   Kuantisasi parameter – mengurangi jumlah bit yang diperlukan
c.   Pengkodean  parameter  –  parameter  dikodekan  dengan  kode  binet
dalam simbol (codeword) yang diperlukan untuk transmisi.
Decoder
suara
melakukan
proses
kebalikan
dari coder
suara.
Codeword
yang telah dipaketkan ditransformasikan menjadi parameter-parameter suara
melalui proses dekuantisasi. Jika tidak terjadi kesalahan, parameter ini identik
dengan
parameter
hasil
kuantisasi coder.
Parameter
ini
digunakan
untuk
mensintesis
sinyal
suara.
Dari
proses
sintesis
kemudian
diperoleh
suara
digital
yang sintetis. Sinyal
ini kemudian dikonversikan
menjadi sinyal suara
analog oleh
D/A converter.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter