|
31
2.11.3 H.263
H.263 adalah pengembangan lebih lanjut dari H.261 yang ditujukan
pada
aplikasi
yang
mempunyai bit
rate
rendah.
H.263
pertama
kali
dikembangkan pada tahun 1992.
H.261 tidak mendukung data rate yang
beroperasi
pada
28
Kbit/s
sehingga tidak
dapat
digunakan
untuk
aplikasi
videophones
dalam
jalur
telepon
analog.
Standar
H.263
mendukung
resolusi SQCIF, QCIF, CIF, 4CIF, dan 16CIF. H.263 merupakan standar
utama dari encoding MPEG-4.
2.11.4 MPEG2
MPEG2
diciptakan
untuk
menggantikan
sistem komposit
analog
seperti
PAL
dan
NTSC
untuk
sistem transmisi
digital.
MPEG-2
dikembangkan
untuk siaran televisi. Codec ini juga
menggunakan encoding
DVD.
Aplikasi
utama dalam MPEG-2
menggunakan jalur bandwidth yang
lebih besar dari 4 Mbit/s. Standar MPEG-2 dikembangkan lebih lanjut untk
mendukung televisi high-definition dengan bit rates mencapai 80 Mbit/s.
2.11.5 MPEG4
MPEG4
adalah
sistem MPEG
pertama
yang
mendukung
streaming sebagai standar yang diberikan. Kemampuan yang mendukung
proses streaming ini tidak berkaitan dengan metode kompresi yang dipakai.
MPEG-4
memungkinkan
media server
mengendalikan delivery
rate dalam
transmisi ke client. Standar
yang diperlukan oleh MPEG-4 adalah encoding
multimedia yang fleksibel. Artinya MPEG-4 mendukung jangkauan bit rate
yang
sangat
besar
yaitu
dari
5
Kbit/s
sampai
50
Kbit/s.
Hal
ini
|