![]() 36
i
2
2
n
Persamaan
ini
harus
dipecahkan
dengan
cara
iterasi
hingga
mencapai
nilai ß
j
yang maksimum atau dengan kata lain yaitu nilai
g
(ß
)
yang mendekati nol.
Oleh karena itulah terlebih dahulu akan dicari turunan pertama dari
g
(ß
)
:
?
?
r
??
r
?
?
?
r
?
?
?
?
t
ß
ln
2
t
??
?
t
ß
?
?
-
?
?
t
ß
ln t
?
i
g (ß ) =
' (ß ) =
?
?
i
=1
i
i
??
i
=1
i
?
?
?
i
=1
i
?
+
1
?
r
?
ß
2
(2.21)
?
?
t
ß
?
?
i=1
?
Untuk dapat
mempermudah penyelesaian
iterasi dengan Newton Rhapson
maka
disarankan
nilai
ß
j
awal
yang digunakan adalah nilai
ß
yang diperoleh
melalui
metode
least square.
Kemudian nilai MLE untuk ?
diperoleh dari persamaan di bawah ini :
?
?
1
?
1
ß
?
?
ß
=
?
?
?
t
i
?
?
(2.22)
?
n
?
i
=1
?
?
2.15.2 Uji Kesesuaian (Goodness of Fit)
Goodness of Fit merupakan
langkah terakhir dalam
identifikasi reliabilitas secara
teori
yang
biasa
dapat
disebut
pula
dengan
uji
kesesuaian
secara
statistik
yang
didasarkan pada sampel waktu kerusakan.
Uji ini dilakukan dengan membandingkan H
0
(hipotesis nol) dan H1
(hipotesis
alternatif). H
0
akan menyatakan bahwa waktu kerusakan yang berasal dari distribusi
tertentu
dan
H1 akan
menyatakan
bahwa
waktu
kerusakan
tidak
berasal
dari
distribusi
tertentu. Apabila H
0
diterima,
maka hal
itu berarti bahwa pengujian statistic
ini berada di
luar nilai kritis.
|