|
48
Seiring
dengan
frekuensi
penggunaan
yang
meningkat,
begitu
juga
hasrat
atau keinginan pemakai untuk mengurangi jumlah interaksi dan untuk
meningkatkan kecepatan interaksi.
3. Memberikan umpan balik yang informatif.
Untuk
setiap
tindakan
pemakai
sebaiknya
ada
beberapa
sistem umpan
balik.
Untuk hal-hal yang sering, responnya bisa bermacam-macam, sementara
untuk tindakan-tindakan yang jarang, responnya harus lebih besar.
4. Merancang dialog untuk hasil akhir.
Urutan
tindakan
harus
diatur
ke
dalam
kelompok-kelompok
dengan
sebuah
permulaan, pertengahan dan akhir. Umpan balik yang informatif dalam
penyelesaian
tindakan-tindakan
suatu
kelompok
memberikan
kepuasan hasil
akhir kepada pemakai, sebuah rasa lega.
5. Menawarkan penanganan kesalahan secara sederhana.
Sebanyak
mungkin,
merancang
sistem sehingga
pemakai
tidak
membuat
kesalahan
yang serius. Jika sebuah kesalahan
dibuat,
sistem
harus
mampu
menemukan kesalahan dan menawarkan cara yang
sederhana untuk
menangani kesalahan tersebut.
6. Mengizinkan pembalikan tindakan yang mudah.
Fitur ini meringankan kecemasan, karena pemakai tahu bahwa kesalahan-
kesalahan dapat dilepaskan, jadi hal itu mendorong penyelidikan pilihan-
pilihan yang asing. Satuan perubahan mungkin sebuah tindakan tunggal,
sebuah pemasukan data atau sebuah kelompok tindakan yang lengkap.
|