|
44
2.9 Failure Mode
Effect
and
Analysis
(FMEA)
Failure
Mode
Effect and Anlysis adalah suatu penaksiran elemen per elemen
secara sistematis
mengetahui
akibat-akibat
dari
kegagalan
komponen
produk,
proses
atau sistem memenuhi keinginan dan spesifikasi konsumen, termasuk kemana. Hal ini
ditandai
dengan
yang
tinggi
atas
elemen
dai
komponen,
produk,
proses
atau
sistem
yang memerlukan
prioritas
penaganan
untuk
mengurangi
kegagalan
melalui
design
ulang, perbaikan secara
terus
menerus , pendukung kemaman, tinjauan perancangan,
dll.
Hal
itu
dapat
dilaksanakan
pada tahap
perancangan
dengan
menggunakan
pengalaman
atau
pertimbangan,
atau
yang digabungkan
dengan
reabilitas
data
menggunakan
pengetahuan tentang rata-rata tingkat kegagalan
untuk komponen dan
produk yang ada saat ini, (Field and swift,1996; h91).
FMEA
adalah
sebuah
teknik
yang memberikan
sebuah
metodologi
untuk
memudahkan peningkatan proses. Dengan menggunakan FMEA, Perusahaan dapat
mengidentifikasikan dan
mengurangi keperluan
dini dalam pengembangan sebuah
proses atau design. Kualitas dalam memperoleh komponen atau pelayanan dapat
meningkat
ketika organisasi
bekerja dengan
supplier mereka untuk
mengilmplemenatsikan FMEA dalama perusaaan
mereka (Breyfogle 3, Implementing
Six Sigma, 1999). Adapun keuntungan dari menerapkan FMEA meliputi :
Peningkatan kegunaan dan kekuatan produk
Mengurangi biaya-biaya Jaminan.
Mengurangi masalah manufaktur
|