Home Start Back Next End
  
54
2.1.3.2 Preventive Maintenance (PM)
Preventive
Maintenance
adalah
pemeliharaan
yang
dilakukan
secara
terjadwal,
umumnya
secara
periodik,
dimana
sejumlah
tugas
pemeliharaan
seperti inspeksi,
perbaikan, penggantian, pembersihan, pelumasan dan penyesuaian dilaksanakan.
Menurut Adam
(1992,  p583) pengertian preventive maintenance adalah kegiatan
perawatan dan pencegahan
yang dilakukan untuk
mencegah timbulnya kerusakan
mesin.
Mesin akan
mengalami
nilai depresiasi
(penurunan) apabila dipakai terus
menerus. Oleh
karena
itu,
dibutuhkannya inspeksi dan
servis
secara
rutin
maupun periodik. Contohnya
apakah
mesin
sudah
dilubrikasi
atau
belum,
apakah
ada
komponen/part yang
rusak
sehingga harus digantikan komponen lainnya.
Dengan adanya preventive
maintenance,
diharapkan semua
mesin
yang ada
akan
terjamin
kelancaran
proses
kerjanya
sehingga
tidak
ada
yang
terhambat
dalam
proses
produksinya dan bisa selalu dalam keadaan optimal.
Menurut
pendapat
Patrick
(2001,
401)
preventive
maintenance
adalah
kegiatan
pemeliharaan dan
perawatan
yang
dilakukan
untuk
mencegah
timbulnya
kerusakan-
kerusakan
yang
tidak
terduga
dan
menemukan kondisi
atau
keadaan
yang
dapat
menyebabkan
fasilitas produksi
mengalami kerusakan pada waktu proses produksi. Jadi,
semua
fasilitas
produksi
yang
mendapatkan
perawatan
(preventive
maintenance)
akan
terjamin
kontinuitas kerjanya
dan
selalu
diusahakan dalam
kondisi
atau
keadaan
yang
siap dipergunakan
untuk
setiap operasi atau proses
produksi
pada
setiap saat. Selain
itu,
menurut
Patrick
(2001,  p403)  efektivitas
dan
ekonomi
dari
preventive  maintenance
dapat ditingkatkan dengan
mengambil account
dari distribusi time
to failure
(TTF) pada
komponen yang akan dirawat dan failure rate  dari sistem yang ada.
6
Ebeling, 1997, p189
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter