Home Start Back Next End
  
53
Pada
umumnya
usaha
untuk
mengatasi
kerusakan
itu
dapat
di
lakukan
dengan
cara sebagai berikut:
1.   Mencatat  data  trouble/kerusakan,  melakukan  kemudian 
meng-improve  peralatan
sehingga trouble/kerusakan yang sama tidak terjadi lagi.
2.   Improve peralatan sehingga perawatan menjadi lebih mudah.
3.   Merubah proses.
4.   Merancang kembali komponen yang gagal.
5.   Mengganti dengan komponen yang baru.
6.   Meningkatkan prosedur perawatan preventif.
7.   Meninjau kembali dan merubah sistem pengoperasian.
Dengan
demikian,
didapatkan
kesimpulan
bahwa
pemeliharaan korektif
memusatkan permasalahan setelah permasalahan
itu
terjadi, bukan
menganalisa
masalah
untuk mencegahnya agar tidak terjadi.
Breakdown
maintenance
menurut
Tampubolon (2004,
p251)
adalah
kegiatan
pemeliharaan yang
dilakukan
setelah
terjadinya
kerusakan
atau
terjadi
kelainan
pada
fasilitas dan peralatan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Contohnya mesin dan
peralatan
yang
digunakan dalam
proses
konversi,
selama
masih
ada
garansi
(after
sale
service),
tidak
terlalu
menekankan
pada
pemeliharaan preventif,
cukup
pada
keadaan
apabila
mesin
dan peralatan sudah
mengalami kerusakan sehingga perlu
pembongkaran
secara total (breakdown).
Pada
dasarnya
aktivitas
ini
tidak
tepat
untuk
disebut
aktivitas
perawatan. Yang
termasuk
dalam
katagori
ini
adalah
semua
aktivitas
yang
tak
terencana
(unscheduled)
yang disebabkan oleh kerusakan (breakdown) peralatan.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter