|
160
tahap
ini.
Juga,
definisikan
tes
integrasi
untuk
setiap
komponen
menyakinkan
ia
berinteraksi dengan baik.
j.
Perhalus
deployment
diagram
yang
sudah
dibuat.
Detilkan
kemampuan
dan
requirement
piranti
lunak,
sistem
operasi,
jaringan
dan
sebagainya. Petakan
komponen ke dalam node.
k.
Mulailah membangun sistem. Ada 2 pendekatan yang dapat digunakan:
-
Pendekatan
use
case,
dengan
meng-assign
setiap
use
case
kepada
tim
pengembang
tertentu
untuk
mengembangkan
unit
code
yang
lengkap
dengan
tes.
-
Pendekatan
komponen,
yaitu
meng-assign
setiap
komponen
kepada
tim
pengembang tertentu.
l.
Lakukan
uji
modul
dan
uji
integrasi
serta
perbaiki
model
beserta
codenya.
Model
harus selalu sesuai dengan code yang aktual.
m.
Piranti lunak siap dirilis
2.22
Tahapan Pengembangan Software Berorientasi Objek
Dalam siklus
pengembangan sistem
informasi
ini,
penulis
menggunakan metode
Mathiassen,
untuk
tahapan
atau
langkah-langkah dalam
menganalisis
sistem.
Namun
langkah-langkah
yang
ada
tidak
diikuti
seratus persen karena
terdapat beberapa tahapan
yang
dirasakan
harusnya
ada
tetapi
tidak
disarankan oleh
Mathiassen.
Oleh
karena
itu,
terdapat
beberapa
tambahan
tahapan
dalam
menganalisis
masalah,
dan
juga
ada
beberapa tahapan yang tidak dibuat karena tidak diperlukan dalam pengembangan
sistem informasi atau tidak sesuai kebutuhan.
|