|
68
berbentuk seperti kubah bak
mandi (bathtub curve). Kurva ini
juga disebut critical wear
curves.
Kurva
ini
merupakan kombinasi
antara
infant
mortality
(kerusakan dini)
dan
ending
mortality
curves
(kerusakan akhir).
Probabilitas
kerusakan
dimulai
dengan
fase
kerusakan awal yang biasanya disebabkan oleh faktor proses start-up akibat
penyesuaian, set-up
mesin
ataupun
faktor-faktor yang
dapat
menyebabkan mesin
harus
melalui
kondisi
ketidaknormalan/down sebelum
beroperasi
secara
optimal,
kemudian
fase/level kedua pola
laju kerusakan (wear-point)
mengalami kondisi konstan dimana ?
(t)
=
0,
dalam
arti
sistem
peralatan
berada
dalam
kondisi
pengoperasian normal,
stabil
dalam kondisi
umur
optimalnya, fase
inilah
yang diharapkan untuk selalu dapat
terealisasi
dalam
proses
produksi,
hingga
pada
suatu
waktu
kondisi
peralatan/sistem
harus
sampai
kepada
suatu
titik
kondisi
wear-out
akibat
menurunnya tingkat
kehandalan mesin
(fase
critical
wear
point)
sehingga
kurva
laju
kerusakan
kembali
mengalami
peningkatan.
Kurva
pola
kerusakan
inilah
yang
paling
umum
digunakan
untuk menggambarkan pola/ fase kerusakan didalam berbagai konteks maintenance.
Breakdown pada mesin dan peralatan produksi biasanya disebabkan oleh
faktor-
faktor sebagai berikut :
Debu, kotoran, bahan dasar
Gesekan, umur mesin, kelonggaran, kebocoran
Karat, perubahan bentuk, cacat, retak
Suhu, getaran, dan factor-faktor kimiawi lainnnya
Kelemahan rancangan
Kurang perawatan pencegahan
Pengatasan sementara sebelumnya tidak sempurna
|