|
79
c. Periode wear out (wear out failure)
Periode
ini
ditandai
dengan
peningkatan
yang
tajam pada
laju
kerusakan
karena
memburuknya kondisi peralatan/mesin
yang
ada.
Sebaiknya
dilakukan
perawatan
pencegahan apabila suatu alat telah memasuki
fasa
ini
agar
dapat
mengurangi
terjadinya kerusakan yang lebih fatal. Penyebabnya adalah peralatan atau mesin yang
digunakan sudah melebihi umur produk, terjadinya keausan karena pemakaian dan
korosi (ditandai dengan berkarat), dan perawatan yang tidak memadai.
Berdasarkan gambar 2.6 di atas, periode kerusakan awal (early failure) dapat
didekati
dengan
distribusi
Weibull, sedangkan periode pengoperasian Normal
(chance
failure) dapat dipenuhi dengan distribusi Weibull dan distribusi Eksponential. Dan
yang
terakhir periode wear out failure dapat didekati dengan distribusi Weibull dan distribusi
Lognormal .
Perhitungan
laju kerusakan berdasarkan distribusi
menunjukkan tindakan
alternative
pada
komponen
pada
mesin.
Apabila
identifikasi
distribusi
menunjukkan
bahwa waktu kerusakan
memiliki
laju kerusakan yang konstan atau
menurun
(berdistribusi
Weibul
atau
Eksponential
dengan
ß
=
1,
maka
kegiatan
preventive
maintenance
tidak
akan
efektif
untuk
dilaksanakan
karena
tidak
akan
meningkatkan
kehandalan
mesin sehingga
usulan tindakan perawatan pencegahan
yang dilakukan
hanya
berupa
pemeriksaan
saja.
Sedangkan
bila
interval
kerusakan
memiliki
laju
kerusakan
meningkat
(berdistribusi
Normal,
Lognormal
dan
Weibull
dengan
ß
>
1
),
maka
tindakan
preventive
maintenance
yang
diusulkan
bisa
berupa
pemeriksaan
saja
maupun penggantian komponen pada preventive maintenance.
|