|
80
2.7
Distribusi Kerusakan
Pendekatan yang digunakan untuk mencari kecocokan antara distribusi
keandalan dengan data kerusakan; terbagi 2 cara, yaitu:
1. Menurunkan distribusi kehandalan secara empiris langsung dari data kerusakan.
Dengan kata lain, kita menentukan model matematis untuk kehandalan, laju
kerusakan,
dan
rata-rata
waktu
kerusakan secara
langsung
berdasarkan
pada
data
kerusakan. Cara ini disebut juga dengan non-parametric method. Hal ini dikarenakan
metode
ini tidak
membutuhkan
spesifikasi dari distribusi secara teoritis tertentu dan
selain itu juga tidak membutuhkan penaksiran dari parameter untuk distribusi.
2. Mengidentifikasi
sebuah
distribusi
kehandalan
secara
teoritis,
menaksir
parameter,
dan
kemudian
melakukan
uji
kesesuaian distribusi.
Metode
ini
akan
menggunakan
distribusi teoritis dengan tingkat kecocokan tertinggi
dan data kerusakan sebagai
model
distribusi
reliabilitas
yang
digunakan
untuk
menghitung
kehandalan, laju
kerusakan, dan rata-rata waktu kerusakan.
Berdasarkan kenyataan
bahwa
hampir
semua
data
kerusakan
umum memiliki
kecocokan yang tinggi terhadap suatu distribusi tertentu, maka cara kedua umumnya
lebih disukai daripada cara pertama. Cara kedua juga memiliki beberapa keunggulan
(Ebeling,1997,p358), yaitu:
1. Model
empiris
tidak
menyediakan
informasi
di
luar
range
dari
data
sampel,
sedangkan
dalam model
distribusi
teoritis,
ekstrapolasi
melebihi
range
data
sampel
adalah mungkin untuk dilakukan.
2. Yang
ingin diprediksi adalah data kerusakan secara keseluruhan, bukan
hanya
terbatas pada sampel saja karena sampel
hanya
merupakan sebagian kecil dari
|