Home Start Back Next End
  
89
2.8.2
Uji Kebaikan Suai (Goodness of Fit)
Tahap
selanjutnya
setelah
dilakukan
perhitungan
index
of
fit   adalah
pengujian
goodness
of
fit
untuk
nilai
index
of fit
yang
terbesar.
Dilakukan dengan membandingkan
antara hipotesis nol (Ho) dan hipotesis
alternatif
(H1).
Ho
menyatakan
bahwa
waktu
kerusakan berasal dari distribusi tertentu dan H1 menyatakan bahwa waktu kerusakan tidak
berasal dari distribusi tertentu.
Pengujian
ini
merupakan
perhitungan
statistik
yang
didasarkan pada
sampel
waktu
kerusakan.
Statistik
ini
kemudian
dibandingkan
dengan
nilai kritik
yang
diperoleh
dari
tabel. Secara umum, apabila pengujian statistik ini berada di
luar
nilai kritik,
maka
Ho
diterima. Sebaliknya,
maka H1 yang diterima. Ada 2 jenis goodness-of-fit test, yaitu:
1. 
Uji Umum (general tests)
Digunakan
untuk
menguji beberapa distribusi.
Terdiri dari: uji Chi-Square.
2.   Uji Khusus (spesific tests)
Digunakan
hanya
untuk
menguji
1
jenis
distribusi.
Nilai
kritis
tergantung
dari
Derajat Kepercayaan (
a
) pengujian sampel yang ada.
Terdiri dari:
a.   Mann's Test untuk Distribusi Weibull,
b. 
Bartlett's Test untuk Distribusi Exponential,
c.   Kolmogorov-Smirnov Test untuk Distribusi Normal dan Lognormal .
Ketika suatu distribusi data waktu kerusakan telah 
diasumsikan sebelumnya,
dimana asumsi
tersebut bisa ditentukan
melalui bentuk umum atau bentuk dari plot data
dalam
suatu
grafik
(bisa
dalam
bentuk
versi
minitab).
Validitas
dari
asumsi
distribusi
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter