|
23
Terdapat tiga batasan dalam penyesuaian (Sutalaksana, 1979, p138) yaitu:
p > 1
;
jika pengukur menganggap bahwa pekerja bekerja terlalu cepat
(di atas snormal)
p = 1
;
jika pengukur menganggap bahwa pekerja bekerja normal
p < 1
;
jika pengukur
menganggap bahwa pekerja bekerja terlalu
lambat (di bawah normal)
Salah satu
metode
yang digunakan
untuk
menentukan
faktor penyesuaian adalah
metode Westinghouse (Sutalaksana, 1979, pp140-146). Cara Westinghouse
mengarahkan
penilaian pada 4 faktor
yang dianggap
menentukan kewajaran dan ketidakwajaran dalam
bekerja
yaitu Keterampilan, Usaha,
Kondisi Kerja dan Konsistensi. Setiap
faktor terbagi
kedalam kelas-kelas dengan nilainya masing-masing.
Keterampilan
atau
skill
didefinisikan
sebagai
kemampuan
mengikuti
cara
kerja
yang
ditetapkan.
Latihan
dapat
meningkatkan keterampilan,
tetapi
hanya
sampai
ketingkat
tertentu
saja,
tingkat
mana
merupakan
kemampuan maksimal
yang
dapat
diberikan
pekerja
yang
bersangkutan.
Secara
psikologis
keterampilan
merupakan
aptitude untuk pekerjaan yang bersangkutan. Untuk keperluan penyesuaian keterampilan
dibagi
menjadi enam
kelas
yaitu
Super Skill, Excellent Skill, Good Skill, Average Skill,
Fair
Skill
dan
Poor
Skill.
Yang
membedakan kelas
keterampilan seseorang
adalah
keragu-raguan, ketelitian
gerakan,
kepercayaan
diri,
koordinasi,
irama
gerakan,
bekas-
bekas latihan dan hal-hal lain yang serupa.
Untuk
usaha
atau effort
cara Westinghouse
membagi juga atas kelas-kelas
dengan
ciri
masing-masing.
Yang
dimaksud
dengan
usaha
disini
adalah
kesungguhan
yang
ditunjukan
atau
diberikan
operator
ketika
melakukan
pekerjaannya.
Enam
kelas
|