|
34
2. Pembentukan Model
Sesuai
dengan
definisi
persoalannya,
pengambil
keputusan
menentukan
model
yang
paling
cocok
untuk
mewakili
sistem.
Model
merupakan ekspresi
kuantitatif
dari
tujuan
dan
kendala-kendala persoalan
dalam
variabel
keputusan.
Jika
model
yang
dihasilkan
cocok
dengan
salah
satu
model
matematik yang
biasa
(misalnya
linear), maka solusinya dapat dengan mudah diperoleh dengan programa linear.
3. Mencari Penyelesaian Masalah
Pada
tahap
ini
bermacam-macam teknik
dan
metode
solusi
kuantitatif
yang
merupakan
bagian
utama
dari
OR
memasuki
proses.
Penyelesaian masalah
sesungguhnya
merupakan aplikasi satu
atau
lebih
teknik-teknik ini
terhadap
model.
Seringkali,
solusi
terhadap
model
berarti
nilai-nilai
variabel
keputusan
yang
mengoptimumkan
salah
satu
fungsi
tujuan
dengan
nilai
fungsi
tujuan
lain
yang
dapat
diterima. Disamping itu
perlu
juga
mendapat informasi
tambahan
mengenai tingkah
laku solusi
yang disebabkan karena perubahan parameter sistem.
Ini
biasanya
dinamakan sebagai
Analisa
Sensitivitas.
Analisis
ini
terutama
diperlukan jika parameter sistem tidak dapat diduga secara tepat.
4. Validasi Model
Asumsi-asumsi
yang
digunakan
dalam
pembentukan model
harus
absah.
Dengan
kata
lain,
model
harus
diperiksa apakah
ia
mencerminkan berjalannya sistem
yang
diwakili. Suatu metode yang biasa digunakan untuk menguji
validitas
model
adalah
membandingkan performancenya
dengan
data
masa
lalu
yang
tersedia.
Model dikatakan valid
jika dengan kondisi
input
yang serupa dapat
menghasilkan
kembali
performance
seperti
masa
lampau.
Masalahnya
adalah
bahwa
tak
ada
yang menjamin performance masa depan akan berlanjut meniru cerita lama.
|