|
44
4. Pengendalian kinerja penjadwalan
Terdiri dari 2 cara, yaitu:
a. Memonitor perkembangan pencapaian pemenuhan order dalam semua sektor.
b. Merancang ulang sequencing, bila ada kesalahan atau ada prioritas utama yang
baru.
5. Updating schedules
Tujuan:
Meng-update
jadwal
dengan
segera,
bila
ada
permasalahan
baru
yang
memang perlu diakomodasi, karena biasanya selalu ada masalah baru yang
berbeda dari saat pembuatan jadwal.
2.7.2
Urutan Pengerjaan
Teknik
atau
metode penjadwalan
produksi sangat tergantung pada jenis
produksinya.
Penjadwalan
pada
produksi job
shop
akan
berbeda
dengan
penjadwalan
pada
produksi
massal
dan
proyek.
Pengurutan
pengerjaan
merupakan
problem yang
cukup
penting
dalam
analisis
produksi.
Problem
yang
dihadapi
karena
adanya
banyak
job dan
ketersediaan
mesin
yang
terbatas. Job sequencing bertujuan
untuk
mencapai
kriteria performance tertentu yang optiomal.
Beberapa kriteria yang sering dipakai dalam pengurutan / pengerjaan job, sebagai
berikut:
1. Mean Flow Time (MFT) atau rata-rata waktu job berada dalam sistem.
2. Idle Time atau waktu menganggur dari mesin.
3. Mean Latteness atau rata-rata keterlambatan.
4. Mean Number Job In The System (WIP) atau rata-rata jumlah job dalam mesin.
5. Make-Span atau total waktu penyelesaian seluruh job.
|