|
56
perencanaan
maintenance,
dan
kontrol
kualitas.
Model
operasional
terutama
mendukung
manajer
tingkat
lini
pertama.
Model
ini
biasanya
hanya menggunakan internal data.
d)
Analytical
model
digunakan
untuk
melakukan
analisis
data.
Model
ini
meliputi
model
statistik,
model
ilmu
manajemen,
algoritma data
mining,
model keuangan, dan lainnya. Terkadang model
ini diintegrasikan dengan
model lain seperti model perencanaan strategis.
e)
Model
pada
model
base
juga
dapat
diklasifikasikan
menurut
area
fungsi
(contohnya
model
keuangan
dan model pengendalian produksi). Jumlah
model dalam SPK dapat bervariasi mulai dari beberapa sampai dengan
ratusan.
2)
Model Base Management System
Model base management system adalah software yang memungkinkan kita
untuk memodelkan organisasi dengan transparent data processing.
Beberapa kemampuan MBMS meliputi: (Turban, 2001, p203-204)
a)
Control. Pengguna
DSS harus dilengkapi dengan skala kontrol. Sistem arus
mendukung
keduanya
baik
seleksi
model
secara
otomatis
maupun manual,
tergantung mana yang lebih membantu aplikasi. User
juga harus dapat
menggunakan informasi yang subyektif.
b)
Flexibility. Pengguna
DSS
harus
dapat
membangun
bagian
dari
solusi
menggunakan satu pendekatan dan dapat menggantikan dengan pendekatan
model lain.
c)
Feedback.
MBMS
harus
menyediakan
umpan
balik
yang
memungkinkan
user mengetahui pernyataan proses pemecahan masalah seketika.
|