Home Start Back Next End
  
4
karena suhu dan atau tekanan, dan tak saja dapat mengalami perubahan fisik tapi juga
kimiawi.
Istilah atau sebutan plastik berasal dari nama ilmiah, yang diambil dari dalam
bahasa Yunani, "plastikos" dari
"elastikos" yang artinya kenyal, melar, bisa meleleh, dan
bisa
dimodel
ke
dalam berbagai
rupa,
bentuk,
dan
bangun.
Dari
istilah
ini
juga
muncul
istilah plastisin.
Berdasarkan pada komposisi dan elastisitas material, plastik dibedakan atau dua
kelompok besar, yakni termoplastik alias plastik kenyal (elastic plastic), dan
termosetplastik (thermosetting plastic, thermosetter) alias plastik kaku (rigid plastic).
Beda utama antara termoplastik dan termosetplastik adalah bahwa, jika
plastik kenyal mengalami perubahan suhu dan atau tekanan, maka ia tak kehilangan sifat
plastisitas 
alias 
elastisitas 
atau 
kekenyalan 
bahannya, 
meskipun 
ia 
mengalaminya
berkali-kali, seperti
misalnya
dipanaskan
dan
didinginkan berulang kali. Sedangkan
plastik   kaku   sekali   mengalami   perubahan   suhu   dan   atau   tekanan   diluar   batas
operasional, maka ia kehilangan sifat plastisitas selamanya alias berubah permanen, dan
bekasnya yang telah mengalami pembentukan-ulang plastik  dinamakan plastomer.
Bahan kimiawi yang dikelompokkan sebagai termoplastik antara lain adalah:
[nama 
bahan 
kimiawi] 
casein, 
cellul-acetate, 
cellul-acetato-butyrate, 
cellul-nitrate,
methyl-methac,
neoprene,
nylon,
poly-eththylene,
poly-styrene,
poly-tetra-fluoro-
ethylene,  poly-vinyl-chloride,  poly-vinyl-chloride-acetate,  dan  sejenisnya.  Sedangkan
termosetplastik terutama adalah phenol-formald.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter