|
6
ini, dari bahan yang dinamakan plastisiser via proses dinamakan plastisisasi
(plasticization)
sehingga
dihasilkan
material baru
yang
memiliki
sifat
platisitas
(plasticity) dan dinamakan plastik.
Banyak cara untuk melakukan polimerisasi, diantaranya adalah dengan
perubahan suhu dan atau tekanan. Proses
pembentukan barbagai bangun, bentuk, dan
rupa plastik disebut pencetakan-model plastik.
2.1.2.2 Penguraian Plastik
Dengan
demikian,
bila
terjadi
perubahan suhu dan atau tekanan diluar suhu dan
tekanan operasional, maka molekul-molekul senyawa kimiawi suatu bahan polimer bisa
terlepas dan terurai menjadi molekul senyawa lain, bergantung lingkungan dimana
polimer
tersebut berada. Karena plastik adalah polimer,
hal seperti
ini
juga
terjadi pada
plastik.
Perubahan
suhu
dan
tekanan
bisa
terjadi karena
polimer
terkena
panas
matahari
berlebihan atau karena telalu lama diletakkan di tempat panas, atau karena dimasukkan
kedalam panggangan
gelombang-renik
(microwave
oven),
atau
ke
dalam lemari
-
pendingin atau pembeku (coolcase, refrigerator, freezer).
Jadi, mencuci berulang-ulang dengan mengkocok-kocok botol plastik dengan air,
memajangnya di terik matahari, menaruhnya dekat kaca di atas dashboard mobil
yang terkena panas,
memasukkan botol atau pembungkus atau kemasan plastik ke dalam
oven, kulkas, dan lain sebagainya, bisa mengakibatkan perubahan
polimer
pada
bahan
plastiknya, yang dapat menghasilkan bahan beracun bagi manusia.
Selain itu, sebagai bahan yang sulit terombak secara alami oleh mikroorganisme
dalam
lingkungan,
plastik
menyebabkan
masalah
lingkungan
yang
sangat
serius.
Di
|