|
20
berlubang
dengan
diameter
lubang
¼
-
¾
cm yang
digunakan
untuk
memasukan anak sumpitan (Damek). Ujung atas ada tombak yang terbuat
dari batu gunung yang diikat dengan rotan dan telah di anyam. Anak sumpit
disebut damek, dan telep adalah tempat anak sumpitan.
Tombak.
Dibuat
dari
besi
dan
dipasang
atau
diikat
dengan
anyaman
rotan dan bertangkai dari bambu atau kayu keras.
Perisai. Terbuat dari kayu ringan, tetapi liat. Ukuran panjang 1 2 meter
dengan
lebar
30
50
cm.
Sebelah
luar diberi ukiran atau lukisan
dan
mempunyai makna tertentu. Disebelah dalam dijumpai tempat pegangan.
Mandau.
Merupakan
senjata
utama
dan
merupakan
senjata
turun
temurun
yang
dianggap
keramat.
Bentuknya panjang dan selalu ada tanda
ukiran baik dalam bentuk tatahan maupun hanya ukiran biasa. Mandau
dibuat dari batu gunung, ditatah, diukir dengan emas/perak/tembaga dan
dihiasi dengan bulu burung atau rambut manusia. Mandau mempunyai nama
asli
yang
disebut
Mandau
Ambang
Birang Bitang Pono Ajun Kajau,
merupakan
barang
yang
mempunyai
nilai religius, karena dirawat dengan
baik oleh pemiliknya. Batu-batuan yang sering dipakai sebagai bahan dasar
pembuatan Mandau dimasa yang telah lalu yaitu: Batu Sanaman Mantikei,
Batu Mujat atau batu Tengger, Batu Montalat.
Dohong. Senjata
ini semacam keris
tetapi
lebih besar dan
tajam sebelah
menyebelah. Hulunya terbuat dari tanduk dan sarungnya dari kayu. Senjata
ini hanya boleh dipakai oleh kepala-kepala suku, Demang, Basir.
|