|
18
2.2. Analisa
Setelah
melihat
data-data
yang
didapatkan berkaitan
dengan
tarot,
dapat
diketahui
bahwa
pandangan
masyrakat
tentang
kartu
Tarot
masih
terbatas
pada
ramalan dan
peruntungan
nasib,
dan
belum pernah
dijelaskan
dari
sisi
ilmu
psikologis,
serta
bagi
mereka
yang
berminat
untuk
mempelajari
dan
menjelajah
alam ketidaksadaran
manusia,
yang
selama
ini
di
Indonesia
tampaknya kurang
menimbulkan
minat.
Buku
ini
memperkenalkan sisi lain dari penggunaan kartu Tarot yang selama ini hanya dikenal
sebagai
kartu
ramalan
yang
dilakukan
oleh
para
peramal.
Dalam buku
ini
kartu
Tarot
diperkenalkan kepada pembaca sebagai alat bantu
untuk
menemukan diri (self) seseorang
dengan menggunakan panduan psikologi. Seni membaca tarot sebenarnya tidak ada unsur
kegaiban sama sekali atau jalan pintas untuk mencapai tujuan akhir yang menyenangkan
nafsu
hewani
manusia.
Tarot
digunakan
sebagai alat konsultasi yang memberikan jalan
keluar saat seseorang tertumbuk dinding kendala dalam menghadapi suatu perjuangan.
Maksimalisasi
penggunaan
tampilan
visual berupa ilustrasi merupakan cara yang
paling efektif untuk menggambarkan dan
memperjelas daya tangkap, proses
pembelajaran tarot. Melihat buku-buku Tarot yang beredar di pasaran, penyampaian
informasi berupa Visual masih sangat minim digunakan.
Dan
bukan
hanya
kekuatan
visual
yang
harus ditekankan, intisari
isi
buku
juga
menjadi salah satu kekuatan yang harus ditonjolkan. Dimana sejumlah intisari atau
makna
yang
terpendam di
dalamnya,
ditemukan
kaitan
ilmu
Psikologi,
Astrologi,
Numerologi Pythagoras, Kabalah, I Ching, dan lain-lain. Intisari inilah yang kemudian
diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi setiap pembaca bukan hanya ketertarikan
pada ramalan, maupun mengkaji dan memperluas pandangan tentang kartu tarot.
|