|
8
2.1.3. Sejarah Tarot
Menurut Ani Sekarningsih, Tarot tercipta sejak Nabi Musa berupa
kumpulan
catatan
simbol-simbol
esoterik yang berhubungan dengan rahasia alam
semesta.
Catatan
keduapuluh
dua
perjalanan planet
dan
rasi
bintang
tersebut
mempunyai hubungan erat dengan siklus kehidupan manusia.
Pada awalnya, permainan kartu tersebut bernama
Carde
da
Trionfi,
atau
Kartu
Kejayaan (Trionfi: berjaya atau menang, triumph). Sebanyak 28 dokumen
tertanggal 1442-1463 mencantumkan permainan kartu bernama Trionfi. Kartu-kartu
Trionfi tersebut pun
masih dapat dijumpai saat ini. Setelah
mendapat pengaruh dari
Prancis, nama Trionfi berubah menjadi Tarocchi
Kepopuleran
kartu
Tarot
diperkirakan
bermula
sejak Antoine
Court
de
Gebelin
menerbitkan sebuah buku pada tahun 1781. Buku tersebut menyatakan bahwa
pendeta-pendeta Mesir kuno telah melukis
kartu
Tarot
berdasarkan
Buku
Thoth.
Mereka
kemudian
membawa
gambar-gambar tersebut ke Roma untuk
dipersembahkan kepada Paus. Paus kemudian
memperkenalkan
Tarot
ke
Avignon,
Prancis pada abad ke-14. Penjelasan Court de Gebelin dianggap tidak akurat karena
tidak
didukung
oleh
bukti-bukti
sejarah
dan
ditulis
sebelum Champollion
menerjemahkan bahasa Mesir kuno, Hieroglif (Hieroglyph).
Gereja Katolik dan pemerintah daerah di Eropa tidaklah selalu melarang permainan
Tarot. Beberapa daerah bahkan memperbolehkan warganya memainkan Tarot
dimana permainan kartu sejenis lainnya jelas-jelas dilarang.
|