|
16
merugikan
satu
sama
lain,
terutama
hal-hal
yang
tidak
tercantum
dalam
hukum
formal
(Bertens, 1992:96 dalam GELAR Volume I No. 44 Tahun 1999).
III. Peran Media Massa
Berkembangnya industri
kesenian
tidak
terlepas
dari
peran
media
massa
radio
dan
televisi
(TV).
Oleh
karena
TV
adalah
lambang
sesuatu
yang
modern
sehingga
dianggap
mampu mengaitkan
pemirsa
dengan
bayangan
modernitas
yang
berasal
dari
luar
kemudian
ditafsirkan
kembali
dan
diolah
supaya
dapat
memenuhi
kebutuhan
lokal
(Sedyawati,
1994).
Melalui
TV
seni
pertunjukan
wayang
kulit
mampu
membuka din
dalam
tatanan
derasnya arus
informasi
global
yang sekaligus
merupakan tantangan
bagi
dunia
pewayangan
Bali.
Jika
seni
tradisional
seperti
wayang
kulit
mampu
masuk
ke
dunia
global,
maka
hal
ini
berarti
yang
lokal
dapat
pula
ditafsirkan
menjadi global
(Glokal), apalagi
mulai
berkembangnya
wayang
tradisional
Bali
yang
dikolaborasikan
dengan
wayang
ala
Amerika
oleh
Lery
Reed
dalam sebuah produksi
Shadow
Light
dengan
lakon
Shida
Karya
dan
kolaborasi
antara wayang
Bali dengan
wayang
ala
Australia
yang
dibidangi
oleh
I
Made
Sidia
dengan
Naegel
Jamin
Fort
mengambil
lakon The Theft of Sita, produksi Performing Lines.
TV
memiliki keunggulan
sebagai
media komunikasi
massa
mutakhir
karena
sifatnya
yang audio-visual. TV
memiliki keunggulan dalam
hal
menampilkan tayangan gambar yang
bergerak (motion
picture)
sehingga
khalayak
pemirsa
secara
emosional
lebih
terikat
dibandingkan
jika
mereka
melihat
gambar
mati
seperti
terpampang dikoran dan
majalah.
|