Home Start Back Next End
  
22
Sebaliknya,
menurunnya popularitas
seniman,
juga
diakibatkan
oleh
teknologi
tersebut.
Untuk
memperkecil dampak
negatif dan pengaruh teknologi
modern,
maka diperlukan
kerja
keras
dalam
mengolah
pikiran
dan
tenaga
untuk
menghasilkan kreasi-kreasi
baru,
di
samping juga
dituntut memiliki pengetahuan koprehensif.
Rekaman
pertunjukan
Wayang
Kulit
"Cenk
Blonk"
merupakan
hasil perpaduan
teknologi 
tradisional  dengan 
teknologi 
modern.  Masuknya 
kesenian 
tradisional 
ke
dalam 
industri 
rekaman 
memberikan 
kontribusi 
terhadap 
penyebaran 
pertunjukan
wayang kulit ke
berbagai
pelosok,
baik
di
kota
maupun
di
desa
yang
dapat
memberikan dampak positif bagi dalang Nardayana.
Bentuk 
pertunjukan 
Wayang 
Kulit 
"Cenk 
Blonk" 
mengalami  sedikit 
perubahan
dengan  wayang  tradisi.  Jika  pada  wayang  tradisi  terdapat  alas  arum,  akan  tetapi
dalam
rekaman
lakon
Dyah
Ratna
Tajeshi alas
arum
dihilangkan.
Pada
pertunjukan
Wayang
Kulit
"Cenk
Blonk"
tidak
lagi
menggunakan gender
sebagai
pengiringnya,
akan
tetapi
menggunakan
barungan
gender
rambat
yang
dipadukan
dengan
gerong. Di
samping
itu,
digunakan
adegan
petangkilan
berjalan,
sedangkan pada
wayang
tradisi adegan
petangkilan diam.
Fungsi
rekaman
pertunjukan
Wayang
Kulit
"Cenk
Blonk"
mengalami
perubahan,
yakni  dari 
fungsi  religius  ke  profan. 
Adapaun 
fungsi 
utama 
rekaman 
pertunjukan
Wayang Kulit
"Cenk Blonk"
adalah sebagai hiburan (Seni balih-hulihan).
Tampilnya
Wayang Kulit
"Cenk
Blonk"
dalam
rekaman
dapat
mengaerahkan kembali
seni
pewayangan
di
era
teknologi
modern
dan berdampak
pada
semakin
kuat
dan
meningkatkan eksistensi wayang kulit yang dikhawatirkan akan di tinggal pendukungnya.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter