Home Start Back Next End
  
33
Kanada,
untuk
kakak
yang
bersekolah
disana.
Keluar
dari
pakem
yang
ada,
menciptakan 2
penokohan
baru,
kalo
tidak
salah,
Nang
Ncenk
dan
nang
Eblonk,
yang
selalu
keluar
tampil
menjelang
berakhirnya
cerita.
Hingga
kini
sudah
3
vcd
originalnya
yang
beredar
plus
I
vcd
bajakan
benar-benar
menciptakan hiburan
yang
baru
dimata
masyarakat,
yang
mulai
sering
dipentaskan
saat
upacara-upacara
besar
di
Pura
maupun
ditempat-tempat
pertunjukan.
Tidak
salah
jika
kini
banyak
dalang-dalang yang
latah,
ikut-ikutan
berusaha
untuk
eksis,
seperti
Wayang Joblar, namun bagiku pribadi, sangat disayangkan bahwa baik cerita
maupun banyolan
yang
dibawakan
sangat
vulgar
dan
kasar,
bahkan
terkesan
memaksa. Tidak
heran
kalau
para
peniru
ini
tidak
berumur
panjang.
Ceng
Blonk
sampai hari
ini,
bagi
kami
pribadi
lingkungan
rumah,
makin bertambah saja penggemarnya. Anak-anak kecil keponakan kami, bahkan
mulai
merayu
Bapak
maupun
Kakek
mereka
untuk
dibuatkan
Wayang
dari
karton
maupun
kertas
manila,
untuk
kemudian
berandai
menjadi
Dalang
layaknya
Cenk
Blonk
Belayu.
Yang
lebih
membuatku
tersenyum,
walaupun
dalam
hati,
Istriku
bahkan
mulai
ikut
menyukai
walau 
hanya  baru 
sebatas 
mendengarkan 
banyolannya 
saja, 
yang 
iseng-iseng 
aku
potong
dan
kumpulkan,
hanya
pada
bagian
lawakannya saja
-Sangut
Delem dan tokoh
Cenk
Blonk.
Ini
terjadi,
lantaran
Om
dari
Istri
baru
sebulan
ini
resmi
menjadi
Dalang
baru
didesanya.
Semoga
saja,
apa
yang
telah
dirintis
oleh
Cenk
Blonk,
benar-benar
dapat
membangkitkan
Dalang-dalang baru
yang
tentunya
diharapkan
tanpa
menjadi
penjiplak, apa yang telah dilakukan Cenk Blonk sebelumnya.
Cenk Blonk, Wayang
Lima Ribu Penonton
Ketika ribuan penggemar bola
nonton tayangan Piala Dunia di
layar televisi beberapa
waktu
lalu,
ribuan
masyarakat
Bali
justru
berjubel
di
depan
layar
wayang.
Lho?
Ya,
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter