|
42
menggelar upacara
Nyapuleger,
jelas
kita
tak
mungkin
menggunakan
wayang
listrik
ataupun
wayang
multimedia.
Jadi,
wayang
konvensional
itu
tetap
akan
bertahan
selama
manusia
Bali
masih
memeluk agama
Hindu," paparnya. (cinta malem ginting) Copyright
©
Sinar Harapan 2003
2.1.2 Wawancara
Wayang
Ceng
Blonk,
lahir
pada
tahun
1990-an
yang
di
ciptakan
oleh I
Wayan
nardayana.
Beliau
merubah
citra
wayang
yang
ada
selama
ini.
Dengan
menyisipkan pesan
sosial
di
setiap
penampilannya seperti
penyuluhan
narkoba,
HIV/AIDS,
sampai
penanggulangan bencana serta membahas agama, politik,
dan
ekonomi.
Selain
itu
Wayang
Ceng
Blonk
juga
disesuaikan
dengan
perkembangan jaman
yang
semakin
modem.
Pennainan
Dalang
penuh
dengan
humor
sangat
membantu
keberadaan wayang
ini.
Apalagi
wayang
mempunyai
fungsi
sebagai
wall,
tuntunan,
dan tontonan.
Sehingga
dengan
menyertakan
humor
yang kucu,
maka
diharapkan
fungsi
dari
wayang
tersebut terlaksana
dengan
baik.
Oleh
karena
itu
wayang
ini
di nilai
sangatlah
komunikatif
untuk
menyampaikan pesan tersebut.
Nama
dari
wayang
Ceng
Blonk
tersebut
merupakan
kependekan
dari
karakter
yang
digunakan,
yaitu
Nang
Klenceng dan
Nang
Ceblonk. Penggabungan kedua
nama
karakter
tersebut yang digabungkan, sehingga tercipta Wayang Ceng Blonk.
|