|
26
3.
Sebagian besar
perangkat lunak dibuat secara custom-built, serta tidak
dapat
dirakit dari komponen yang sudah ada.
Dalam
p
embuatan p eran gkat keras, p engemban g desain
men ggambar sebu ah
skema
sederhan a
ran gk aian d igital,
melakukan an alisis
d
asar
untuk
memastikan bahwa
fungsi
y
an g tep at
dap at
dicap ai
serta
kemud ian meny esuaikan
k
e
k
atalo g komp onen
digital. Setiap
p
erangkat
keras
memp uny ai
nomor bagian tersendiri, sebuah
fun gsi
y
ang
sudah
tervalidasi,
interface y ang
did efinisik an den gan baik,
serta
ran gkaian standar
tuntunan integrasi. Setelah masin-masin g
komp onen diseleksi, p erangkat keras dap at
dip esan secara terp isah. Say angny a p ara p erancan g p erangk at
lunak
tidak dib eri f asilitas
sep erti y ang tergambar diatas. Dengan sedikit p engecualian, tidak ad a katalo g komp onen
p
erangkat
lunak.
M
eman g memun gkink an
untuk
memesan
p
erangk at
lunak
secar a
terp isah, tetap i
tetap
merup akan
satu kesatuan
y
ang len gkap , bukan
sebagai komp onen
y
ang dap at dip asangkan ke dalam p rogram-p rogram y an g baru.
2.10.2 System Development Life Cycle (S DLC)
M
enurut
Turban, Rainer, d an Potter (2005, p 489), y ang dimaksud den gan SDLC
adalah
keran gk a
terstruktur,digunakan untuk
p
roy ek
IT
y
ang besar,
y
an g
terdir i dar i
beberap a p roses
y
ang berurutan
y
ang dip erlukan
untuk
memb an gun
suatu
sistem
informasi.
Pendekatan waterfall digunakan
untuk
men ggambarkan
SDLC dalam skrip si
ini
sep erti
p
ada
gamb ar 2.1. M enurut
, Rainer, dan Potter (2005, p 490), p endekatan
waterfall
in i
merup akan
p
endekatan SDLC
y
an g
tugasny a
dilakukan secara
b
ertahap
dengan meny elesaikan satu tugas sebelu m melanjutkan ke tu gas selan jutny a.
|