|
37
5.
M
endefinisikan struktur dan hirarki y ang men ggor gan isasikan class.
6.
M
embangun model untuk object- relationships.
7.
M
embangun model untuk object-b ehaviour.
8.
M
elakukan
review terhadap
model y ang dibuat
terhadap
use case atau
scenario.
(Pressman, 2001, p 575)
Salah
satu
metodolo gi
OOA
y
ang telah
lu as
p
enggunaanny a
di
dun ia
industri
adalah UM L (Unified Modelling Language).
Setelah kita
melakukan
Object-Oriented Analysis,
maka
dap at
dilakukan
Object-
Oriented Design y an g bertujuan
untuk mendesain model y ang telah d ikemb an gkan y an g
berfungsi seb agai cetak biru untuk memb an gun software. (Pressman, 2001, p 603).
2.15
Unified Modelling Language (UML)
M
enurut
Grady Booch(1998,p 13),
UM L
adalah
bahasa
standard
untuk
melukiskan
software
b
lueprints.
UM L
digunak an untuk men ggambark an,
mensp esifikasikan,
merancan g,
dan dokumentasi
d
ari
artfacts
of
a software-in tensive
system.
Unified M odelin g
Lan gu age
(UM L) adalah bahasa
sp esifikasi
standar untuk
mendokumentasikan, mensp esifikasikan, men ggambarkan, dan memban gun sistem
p
erangkat
lunak
sep erti
halny a p ada business
modellin g d an
sistem
lainny a [OM G01].
UM L
tidak
berdasarkan
p
ada
bahasa
p
emrograman
tertentu.
Standar
sp esifikasi
UM L
dijadik an standar defacto oleh OM G (Object
M
anagement
Group )
p
ada
tahun
1997.UM L y ang berorientasikan object
memp uny ai beberap a notasi standar.
|