Home Start Back Next End
  
18
8.   Karajishi
Di pintu masuk kuil Shinto biasanya dijaga oleh sepasang patung singa dan
anjing. Patung singa yang sebelah kiri mulutnya terbuka, sedangkan patung
anjing yang di sebelah kanan mulutnya
tertutup. Patung ini ditaruh di depan
pintu kuil untuk menakuti roh jahat (Ono, 1998 : 33).
9.   Patung
Patung  merupakan  salah  satu  benda  yang  digunakan  untuk  menghormati
kami. Biasanya patung dari pahlawan lokal atau beberapa tokoh terkemuka
yang berhubungan dengan masyarakat setempat (Ono, 1998 : 34).
2.3.   Konsep Matsuri
Kepercayaan dan keyakinan orang Jepang terhadap simbol diekspresikan dalam
kegiatan 
yang  disakralkan.  Kegiatan 
ini  terus  berlangsung  dalam  kehidupan  orang
Jepang sebagai sebuah pementasan yang disebut matsuri. Matsuri disebut juga girei atau
gyouji (Madubrangti, 2008 : 21-22). Menurut Yanagita dalam Madubrangti (2008 : 22),
matsuri pada hakekatnya adalah kegiatan yang diyakini atau dipercayai oleh
masyarakat
Jepang sebagai
ritual
terhadap pemujaan kepada para
leluhur dan kepada alam semesta.
Orang memohon dan memanjatkan rasa syukur atas kemakmuran, kesejahteraan dan
keselamatan yang diperolehnya.
Menurut
Danandjaja
(1997
:
300), matsuri
merupakan
folklor
Jepang
asli
yang
berhubungan
dengan
agama
Shinto,
yang
dilakukan
setiap
tahun pada
tanggal-tanggal
tertentu.
Menurut Danandjaja (1997 : 300), matsuri
pada dasarnya adalah festival suci.
Sebagian
di
antaranya
berasal
dari
upacara
penanaman
padi
dan
upacara
kesejahteraan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter