|
19
spiritual
penduduk
setempat.
Festival ini
diambil
dari
ritual-ritual
Shinto kuno yang
bertujuan
mendamaikan hati para dewa dan roh-roh orang
mati dan
menjamin kesuburan
pertanian mereka.
Ada beberapa tipe matsuri di Jepang, yaitu matsuri
untuk memohon kepada para
dewa
(seperti
memohon
keberhasilan
panen).
Tipe
lainnya
yaitu matsuri
untuk
mengucapkan terima kasih kepada para dewa; dan tipe lain lagi untuk mengusir penyakit
menular dan bencana-bencana alam (Danandjaja, 1997 : 301).
Menurut Danandjaja (1997 : 301), banyak dari festival Jepang diwarnai benda-
benda suci dari kuil yang ditempatkan di atas kereta hias yang indah sekali, dan selama
itu
juga
diadakan
perlombaan-perlombaan permainan
keterampilan
yang
memberikan
kesempatan para hadirin untuk berkomunikasi satu sama lain.
Menurut
Danandjaja
(1997
:
303-304),
unsur penting
lainnya
dari
pesta
rakyat
(matsuri)
yaitu
perlombaan
tarik
tambang
(tsunahiki),
perlombaan
menunggang
kuda,
dan
berdayung
perahu.
Selain
itu
pertunjukkan
tarian
rakyat
yang
disebut
kagura juga
merupakan
ciri
khas
dari
suatu matsuri.
Namun
pada
masa
modern
kini,
permainan
bertanding dan tarian-tarian rakyat sudah merupakan pertunjukkan bagi para pengunjung.
|