Home Start Back Next End
  
10
2.2.   Konsep Shinto
Dalam bab ini akan dijelaskan pengertian Shinto serta benda-benda penting Shinto.
2.2.1.   Pengertian Shinto
Menurut Ono (1998
:
2), Shinto berasal dari dua
huruf kanji,
yaitu ? (shin) yang
berarti kami atau dewa dan ? (dou atau tou)
yang berarti michi atau jalan. Jadi 
secara
harafiah ?? (shintou) dapat diartikan sebagai ”jalan para dewa”.
Menurut
Befu
dalam Danandjaja
(1997
:
164),
walaupun
mempunyai
satu
nama,
kepercayaan ini
sebenarnya
merupakan
gabungan
kepercayaan
”primitif”
yang
sukar
untuk
digolongkan
menjadi
satu
agama,
bahkan
sebagai
satu
sistem kepercayaan.
Oleh
karenanya   kepercayaan   ini   lebih   tepat   dianggap   sebagai   suatu   gabungan   dari
kepercayaan ”primitif”
dan
praktek-praktek
yang
berkaitan dengan
jiwa-jiwa,
roh-roh,
hantu-hantu dan sebagainya.
Kuroda  (1993  :  7)  mengungkapkan  pandangan  orang  Jepang  terhadap  Shinto,
yaitu :
The  common  person’s  view  of  Shinto  usually  includes  the  following
assumptions : Shinto bears the unmistakable characteristics of a primitive
religion, including nature worship and taboos against kegare (impurities), but it
has no system of doctrine; it exists in diverse forms as folk belief.
Artinya :
Pandangan  orang 
secara 
umum 
mengenai  Shinto  biasanya 
meliputi  asumsi
berikut
ini, Shinto
memiliki
karakteristik
yang
paling
benar
dari
kepercayaan
kuno,
termasuk
menyembah
alam
dan
tabu
terhadap kegare
(ketidaksucian),
namun Shinto tidak
memiliki
sistem
doktrin; Shinto muncul dari kepercayaan
rakyat dalam bentuk yang bermacam-macam.
Menurut Tanaka (1997 : 298), pengertian Shinto adalah sebagai berikut :
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter