|
2.2 Teori Kepala Keluarga Mengacu Kepada Ayah Sebagai
Pusat Dalam Keluarga
Jepang
Kepala keluarga identik dengan definisi seorang
ayah
yang
menjadi
fondasi
dalam
sebuah keluarga. Oleh karena itu, saya ingin
membahas
fungsi
kedudukan
ayah
dalam
keluarga.
Hayashi menekankan pentingnya suatu chusin atau pusat dalam sebuah organisasi.
Dalam pembentukan
suatu
organisasi,
pertama
kali
yang
dibutuhkan
adalah
chusin,
kemudian disusul dengan munculnya elemen-elemen lainnya yang menyempurnakan
terbentunya organisasi tersebut.
Demikian pula halnya dengan keluarga, sebagai sekumpulan individu yang menjadi
organisasi terkecil dalam suatu masyarakat, untuk membentuk suatu keluarga, pertama
yang diperlukan adlah chushin sebagai hal yang dasar dan standar, kemudian anggota
berkumpul,
diorganisir
dan
dipersatukan.Chushin
ini
berperan sebagai pusat ide
organisasi atau pusat tujuan dan pusat yang berperan sebagai pendukung semangat.
Salah satu tujuan keluarga adalah untuk mendidik dan membesarkan anak dengan
baik. Untuk mencapai tujuan itu, diperlukan tiang utama sebagai pusat. Pusat itu
mempunyai pandangan terhadap nilai yang jelas dan baik sehingga mampu untuk
menerangkan
dan
memberi
pengertian
kepada semua
anggota
yang
lain.
Idealnya
yang
mejadi pusat adalah satu orang saja. Apabila terdapat dua pusat di dalam keluarga,
maka
kemungkinan besar si anak
akan bingung
untuk memilih mana yang harus diikuti
sehingga
tujuan
untuk
membentuk
individu
yang
tegas
dalam bersikap
akan
sulit
terwujud.
Lalu, apabila pusat sangat dibutuhkan dalam keluarga, sekarang
yang
menjadi
masalah
adalah
siapakah
yang
layak
berperan
sebagai
pusat
dalam keluarga
tersebut.
Hayashi mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :
|