|
1. manusia yang bertipe ekstravers,
2. manusia yang bertipe introvers.
Orang
yang
bertipe
ekstravers terutama
dipengaruhi
oleh
dunia
objektif
di
luar
dunianya.
Orientasinya
terutama
tertuju
keluar, pikiran, perasaan, serta tindakannya
ditentukan oleh lingkungannya, baik lingkungan sosial maupun lingkungan non-sosial.
Tipe ekstravers ini bersikap positif terhadap masyarakatnya, hatinya terbuka, mudah
bergaul, hubungan dengan orang lain lancar. Bahaya tipe ini apabila ikatan kepada dunia
luar
itu terlampau kuat, sehingga
ia
tenggelam di dalam dunia objektif serta kehilangan
dirinya atau asing terhadap dunia subjektifnya sendiri.
Orang
yang bertipe
introvers terutama dipengaruhi
oleh dunia
subjektif,
yaitu dunia
di dalam dirinya sendiri. Orientasinya terutama
tertuju ke dalam, yaitu pikiran, perasaan,
tindakan-tindakannya ditentukan oleh faktor-faktor subjektif. Penyesuaiannya dengan
dunia
luar
kurang
baik,
jiwanya
tertutup,
sukar
bergaul,
sukar
berhubungan
dengan
orang lain, kurang dapat menarik hati orang lain. Penyesuaian dengan batinnya sendiri
baik, sedangkan tipe introvers ini apabila jarak dengan dunia objektif terlalu jauh,
sehingga
orang
lepas
dari
dunia
objektifnya
(Jung,
2002 :
161-162).
).
Dunia
subjektif
yang
dimiliki
oleh seorang
introvers
membuat
seorang
introvers
tersebut
memiliki
beberapa ciri, sebagai berikut :
1. Pendiam
(tidak
banyak
bicara,
tidak
suka
berinteraksi
dengan
orang
lain
atau
dunia luar).
2. Tertutup (tidak suka berekspresi dalam hal psikis ataupun fisik).
3. Tidak suka keramaian (introvers lebih menyukai hal privasi, sendiri).
4. Hubungan dalam
lingkungan sosial
tidak begitu baik, sehingga
cenderung tidak
banyak memiliki teman, tidak peka dengan lingkungan luar).
|