|
19
3. Kelangkaan atau kesulitan memperoleh material.
4.
Ketersediaan sumber
daya,
tenaga
kerja,
dan
fasilitas
yang
dibutuhkan untuk membuat material itu.
5. Panjang
dan
variasi
waktu
tunggu
(lead
time)
dari
material,
sejak
pemesanan
material
itu
pertama
kali
sampai
kedatangannya.
6. Ruang yang dibutuhkan untuk menyimpan material itu.
7. Risiko penyerobotan atau pencurian material itu.
8. Biaya
kehabisan stok
atau
persediaan
(stockout
cost)
dari
material itu.
9. Kepekaan material terhadap perubahaan desain.
Klasifikasi ABC
mengikuti prinsip 80-20, atau hukum Pareto di
mana
sekitar 80% dari nilai total inventori material direpresentasikan (diwakili) oleh
20% material inventori (Gaspersz, 2002, p273).
Penggunaan Analisis ABC adalah untuk menetapkan :
1.
Frekuensi
penghitungan inventori
(cycle
counting),
di
mana
material-
material kelas
A
harus diuji
lebih sering dalam hal akurasi catatan
inventori dibandingkan material kelas B atau C.
2. Prioritas rekayasa (engineering), di mana material-material kelas A dan B
memberikan petunjuk pada bagian
Rekayasa dalam peningkatan
program
|