Home Start Back Next End
  
29
men gemb an gkan
imp lementasi
sistem,
dan
menambah
lay anan
sistem
ketika ditemukan kebutuhan y ang b aru.
Secara
p
raktek,
fase-fase
y
ang telah
disebutkan
diatas
dap at
overlap
dan
salin g 
memb erikan 
informasi. 
Pada 
saat 
p
roses 
desain, 
telah 
didefinisikan
masalah- masalah
dan
kebutuhan.
Pada
saat
coding,
masalah
p
ada
desain
dap at
ditemukan,
dan
seterusny a.
Proses
p
erancangan
software
buk an
sep erti
model
linear
y
an g
sederhana,
tetap i
melib atkan
aktifitas  p engemban gan
y
an g
salin g
berkaitan satu sama lain.
Pada saat
fase terakhir (Operation and Maintenance), software y ang sudah
selesai  akan  dip ergun akan.  Error p ada
software
ak an
d
itemukan.
Kemudian
diidentifikasi 
kebutuhan 
dan 
fun gsi 
y
ang 
b
aru. 
Proses   modifikasi 
san gat
dip erlukan 
agar 
software 
dap at   kembali 
dip er gunakan. 
Dalam 
melakukan
p
erubahan
ini
(Software
maintenance)
dap at
melibatkan
dan
mengu lan g p roses
atau fase sebelumny a.
Say angny a,  
sebuah   
model  
p
erancan gan   
y
ang  
b
any ak  
melakukan
p
erubahan,
membuat
model
ini
men galami kesulitan dalam
men gid entifikasikan
checkpoint
untuk
p
erencanaan
dan
p
embuatan
lap oran.
M
aka
dari
itu,
setelah
dilakukan  
p
erubahan-p erubahan  
k
ecil,  
dap at  
dilakukan  
p
embekuan  
atau
p
enghentian
p
roses
p
erancangan
sistem,
sep erti
misalny a
sp esifikasi,
kemudian
lanjutkan 
ke 
fase 
selan jutny a.  M asalah-masalah 
disisihkan 
terlebih 
dahulu .
Penundaan  kebutuhan-kebutuhan  ini 
dap at 
menjadik an 
sistem  tidak  berjalan
sep erti
kemauan
userHal
ini
ju ga
dap at 
meny ebabkan
struktur
sistem
y
ang
buruk karena masalah d esain dielakk an den gan trik imp lementasi.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter