|
17
Urutan aksi harus di organisir menurut kelompok tertentu yang terdiri dari
permulaan,
tengah
dan
akhir.
Umpan
balik
yang
informatif
kepada
pengguna pada taraf akhir dari suatu kelompok aksi akan memberikan
kepuasan kepada pengguna bahwa aksi yang mereka lakukan telah berhasil
dengan baik, sehingga akan memberikan kesan kepada pengguna bahwa
mereka aman untuk melakukan aksi selanjutnya.
5.
Memberikan penanganan kesalahan yang sederhana (offer simple error
handling).
Perancangan suatu sistem haruslah
dibuat sedemikian rupa sehingga
pengguna
tidak
akan
menimbulkan kesalahan yang signifikan. Jika
pengguna akhirnya melakukan suatu kesalahan maka sistem hendaknya
memberikan peringatan yang sederhana dan konstruktif serta spesifik.
6.
Mengizinkan pembalikan aksi
(undo) dengan
mudah (permit easy reversal
of actions)
Setiap aksi harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat melakukan
pembalikan
untuk
kembali
ke
keadaan
semula
sebelum aksi
tersebut
dijalankan.
Dengan
adanya
fasilitas ini, pengguna akan memiliki
keberanian
untuk
mengeksploitasikan sistem yang telah dibuat, karena
untuk
semua
kesalahan yang
timbul,
pengguna
memiliki
pilihan
untuk
melakukan pembalikan terhadap aksi yang telah dilakukan.
7.
Mendukung kontrol-kontrol internal (support internal locus of control)
Pengguna yang berpengalaman biasanya memiliki keyakinan bahwa
mereka
bertanggung
jawab
terhadap
sistem
dan
sistem
akan
memberikan
respon terhadap aksi yang mereka lakukan. Respon yang aneh, urutan yang
|