![]() 30
SS = Safety stock
Untuk
menentukan
seberapa
besar
safety
stock
bergantung
kepada
apakah
data
biaya
tersedia
atau
tidak.
Tujuannya
adalah
untuk
menimalkan
biaya
total
termasuk
biaya
akibat
kurangnya
persediaan. Jika
data
tidak
tersedia,
maka
penting
untuk
menentukan service level.
Umumnya,
biaya
akibat
kekurangan persediaan
menyangkut
semua
biaya
yang
muncul secara
langsung
maupun
tidak
langsung akibat kurangnya persediaan, misalnya
biaya karena kehilangan pelangan, biaya backordering.
Pendekatan lain
untuk menentukan tingkat safety stock adalah dengan
menentukan service
level.
Service
level
merupakan
persentase
dari
waktu
dimana
perusahaan
tidak
akan
kekurangan
persediaan.
Hubungannya
dapat
dilihat
pada
persamaan 3.24
Service level = 1 kemungkinan kekurangan persediaan
Untuk tingkat service level dapat dilihat pada tabel 2.3
Tabel 2.3 Tabel Service Level (distribusi normal)
(3.24)
Service Level
Service Factor
Service Level
Service Factor
50.00%
0.00
90.00%
1.28
55.00%
0.13
91.00%
1.34
60.00%
0.25
92.00%
1.41
65.00%
0.39
93.00%
1.48
70.00%
0.52
94.00%
1.55
75.00%
0.67
95.00%
1.64
80.00%
0.84
96.00%
1.75
81.00%
0.88
97.00%
1.88
82.00%
0.92
98.00%
2.05
83.00%
0.95
99.00%
2.33
84.00%
0.99
99.50%
2.58
85.00%
1.04
99.60%
2.65
86.00%
1.08
99.70%
2.75
87.00%
1.13
99.80%
2.88
|