|
37
Faktor utama
ditemukannya
pendekatan
berorientasi
objek
adalah
karena
ditemukannya
kekurangan pada pendekatan terstruktur (Nugroho, 2002, p11) yaitu:
1. Biaya
pengembangan
perangkat
lunak
berkembang
sesuai
dengan
berkembangnya
keinginan atau kebutuhan pengguna.
2. Pemeliharaan
yang sukar.
3. Lamanya penyelesaian suatu proyek.
4. Jangka waktu penyelesaian
proyek selalu terlambat.
5. Biaya pengembangan
perangkat
lunak yang sangat tinggi, dan sebagainya.
Pendekatan
berorientasi
objek
membuat
data terbungkus
pada setiap
fungsi
atau
prosedur
dan
melindunginya
terhadap
perubahan
tidak
dikehendaki
dari fungsi
yang
berada
di luar.
Menurut
Nugroho
(2002,
pp11-12),
ada
beberapa
karakteristik
yang
menjadi ciri dari pendekatan berorientasi objek, yaitu :
1. Pendekatan
lebih pada data dan bukannya pada prosedur atau fungsi.
2. Program besar dibagi pada apa yang dinamakan objek-objek.
3. Struktur data dirancang dan menjadi karakteristik
dari objek-objek.
4. Fungsi-fungsi
yang mengoperasikan
data tergabung dalam satu objek yang sama.
5. Data tersembunyi
dan terlindung dari fungsi atau prosedur yang ada di luar.
6. Objek-objek dapat saling berkomunikasi dengan saling mengirim pesan.
2.7.4
Kaitan
Analisis dan Desain
dengan Orientasi
Objek
Pada
tahap
awal
perancangan
suatu
aplikasi
piranti
lunak
diperlukan
deskripsi
dari
permasalahan
dan
spesifikasi
aplikasi
yang
dibutuhkan.
Apa
saja
persoalan
yang
ada
dan
apa
yang
harus
dilakukan
sistem.
Penekanan
analisis
adalah
proses
investigasi
atas permasalahan yang dihadapi tanpa memikirkan
definisi solusi terlebih dahulu.
|